Kamis, 10 Oktober 2019

WARNA KAIN BATIK MODERN UNTUK BATIK SOLO JOGJA DAN PEKALONGAN

Warna Kain Batik Modern

Warna kain batik untuk Solo, Jogja dan Pekalongan, telah lama kita ketahui bahwa ketiga kota tersebut memang dikenal sebagai penghasil batik yang terbesar di Indonesia. Selain itu dilihat dari Sejarahnya Kota-kota tersebut memang mempunyai kaitan erat dengan sejarah batik di Indonesia hingga sekarang. Pada jaman penjajahan Belanda dulu kota-kota tersebut memang menjadi produsen dan ekportir batik yang terkenal.

Perkembangan batik di kota-kota tersebut membuat ciri khas masing-masing. Mulai dari penamaan motif-motif yang dikembangkan dan juga warna-warna yang dipakai sebagai ciri khasnya. Penamaan motif batik khas jogja dan solo berpegang teguh pada pakem pakem yang memang sudah ada sejak zaman dahulu sebagai warisan budaya. Sedangkan motif batik khas pekalongan mempunyai penamaan yang agak aneh sesuai dengan pembuat motif-motif batik itu sendiri terkdang juga motif yang dibuat oleh pengrajin di Pekalongan tidak mempunyai nama.

Pewarnaan batik pekalongan dan solo atau jogja berbeda. Batik pekalongan cenderung lebih berwarna walaupun masih ada beberapa pengrajin yang menggunakan warna gelap sebagai ciri khasnya. Sedangkan batik jogja mengunakan latar putih lalu batik solo cenderung mengunakan latar gelap atau hitam.

Warna Kain Batik Menurut Daerah

Batik-batik Solo,Jogja, dan Pekalongan pun hingga kini banyak diburu para pencinta batik karena motifnya yang khas dan indah. Mungkin banyak yang berpikiran jika batik Solo dan Jogya itu sama saja. Padahal batik dari kedua kota itu mempunyai perbedaan yang menonjol. Berikut Pembahasan perbedaan warna diantara ketiga kota tersebut.

1. Batik Solo

Motif batik Solo memiliki ciri khas geometris pada batiknya. Contohnya Sidomukti, Sidoluruh, dan Sidoasih. Selain motif geometris, ciri khas batik Solo adalah ukuran motifnya yang kecil, atau istilahnya Truntum. Ada kisah tentang batik Solo, dilansir dari klasika-Kompas, dahulu kala ada seorang ratu yang sedang bersedih karena tidak diperhatikan sang Raja. Ratu yang sedih itupun akhirnya menciptakan batik dengan motif bintang-bintang yang ukurannya kecil-kecil. Motif batik buah karya sang Ratu itupun mencuri perhatian sang raja, sehingga akhirnya Raja memerhatikan Ratu. Dan Raja pun memerhatikan cara Ratu membuat motif kemudian mengembangkan seni batik tersebut.

Parang Kusuma adalah motif batik Solo selain Truntum. Motif Parang Kusuma memiliki ciri bentuknya yang diagonal, dengan cara melukis dari sisi bawah ke atas. Motif ini mengandung makna atau filosofis, bahwa pemakainya memiliki garis atau keturunan raja.

Motif batik khas Solo yang lain adalah Sekar Jagad. Sekar artinya bunga dan jagad artinya bumi atau dunia. Sebutan “Sekar Jagad” bisa berarti “kumpulan bunga sedunia” atau berarti keindahan dan keluhuran kehidupan di dunia.
Motif yang mengandung unsur agama pun menghiasi motif khas batik Solo. Semisal motif naga, burung garuda, serta sawat yang merupakan simbol agama Hindu. Untuk hal pewarnaan, batik Solo lebih didominasi warna hitam atau kecoklatan. Meskipun menggunakan warna putih tetap saja warna kecoklatan mendominasi pada motif batik Solo.

Untuk hal pewarnaan, batik Solo lebih didominasi warna hitam atau kecoklatan. Meskipun menggunakan warna putih tetap saja warna kecoklatan mendominasi pada motif batik Solo. Menurut buku Batik Sebuah Lakon, karya Iwan Tirta, Keraton Solo ingin mencapai keanggunan sebuah batik dengan warna yang tidak mencolok.

Warna Kain Batik Modern Kota Solo

2. Batik Jogja

Ada dua macam latar atau warna dasar kain. Putih dan Hitam. Sementara warna batik bisa putih (warna kain mori) , biru tua kehitaman dan coklat soga. Sered atau pinggiran kain, putih, diusahakan tidak sampai pecah sehingga kemasukan soga, baik kain berlatar hitam maupun putih. Ragam hiasnya pertama Geometris : garis miring lerek atau lereng , garis silang atau ceplok dan kawung , serta anyaman dan limaran.Ragam hias yang bersifat kedua non-geometris semen , lung- lungan dan boketan.Ragam hias yang bersifat simbolis erat hubungannya dengan falsafah Hindu – Jawa ( Ny.Nian S Jumena ) antara lain : Sawat Melambangkan mahkota atau penguasa tinggi , Meru melambangkan gunung atau tanah ( bumi ) , Naga melambangkan air , Burung melambangkan angin atau dunia atas , Lidah api melambangkan nyala atau geni.

Warna Kain Batik Modern Kota Jogja

3. Batik Pekalongan


Ciri-ciri batik Pekalongan motifnya mirip dengan batik Yogya atau batik Solo, perbedaannya adalah batik Pekalongan sangat bebas dan menarik dengan adanya modifikasi dengan banyak variasi warna yang atraktif. Kadang, banyak dijumpai juga batik Pekalongan yang memiliki hingga 7 warna dengan kombinasi yang dinamis. Batik Jlamprang adalah salah satu motif batik Pekalongan yang populer dan telah diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Pekalongan. Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang pada banyak pengusaha kecil.

Warna Kain Batik Modern Kota Pekalongan

Cara Pemesanan Kain Batik Untuk Seragam

Seragam batik bisa dibuat menggunakan teknik handprinting. Cocok diterapkan pada pembuatan seragam batik kantor, sekolah, umroh, dll. Terdapat dua jenis kain yang biasa jadi patokan warga Solo dan sekitarnya. Yaitu kain primissima dan prima, yang keduanya merupakan berbahan kain katun, kedua model kain tersebut hanya beda dari konstruksinya.

1. Kain batik prima permeter dengan motif sesuai pesanan Rp 29.000,00 konstruksi 90 x 70.
2. Kain batik primissima plus motif keinginan Anda Rp 38.000,00 permeter konstruksi 133 x 72.

Harga dapat berubah tergantung pada pemilihan warna, kerumitan motif yang dipilih, dll. Untuk pembuatan seragam batik, minimal pemeranan 500 meter. Sedangkan pemesanan diatas 1000 meter ada diskon menarik untuk Anda. Untuk pemesanan dapat menghubungi +6282265652222 (Bapak Mudzakir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar